Rabu, 01 Desember 2010

HARI AIDS SEDUNIA


Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Konsep ini awalnya digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Sejak dibentuknya hingga 2004, Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya.







Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS. Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah sub-tema tahunan.
Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2010 telah ditetapkan secara internasional oleh PBB yaitu Universal Access & Human Right. Untuk Indonesia, tema tersebut diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia.
 
Tema tersebut mempunyai makna bahwa perlindungan hak asasi manusia adalah sesuatu yang fundamental dalam memerangi pandemi HIV dan AIDS secara global. Pengabaian pemenuhan hak asasi manusia akan memicu terjadinya penyebaran HIV yang tidak terkontrol dan akan menempatkan populasi kunci dalam kelompok yang terpinggirkan serta berpotensi meningkatkan mata rantai penularan. Dengan mempromosikan pemenuhan hak asasi manusia, maka orang yang terinfeksi HIV hidup bebas dari stigma dan diskriminasi sehingga jumlah infeksif baru akan makin dapat ditekan karena semakin banyak mata rantai penularan HIV yang dapat diputus dan bisa dicegah.

Berdasarkan tema internasional HAS 2010, maka sub-tema yang ditetapkan di Indonesia adalah: : “Peningkatan hak dan akses pendidikan untuk semua, guna menekan laju epidemi HIV di Indonesia menuju tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)”


Dalam memeringati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2010, apa yang perlu kita lakukan sebagai wujud peran serta kita dalam mewaspadai bahaya Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) ini? silahkan di share dalam kotak komentar di bawah..

Senin, 29 November 2010

PROFIL PUSKESMAS


A.    LATAR BELAKANG
       Visi Puskesmas Concong luar adalah  “ Terwujudnya Masyarakat Sehat  Secara Adil Dan Merata Secara Optimal Di Kecamatan Concong Tahun 2012 “ merpakan arah kebijakan pemberdayaan Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir untuk mencapai Pembangunan  Nasional yang berwawasan kesehatan.
        Pembangunan Nasional bertujuan untuk meningkatkan sumber daya masyarakat diusia harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi, angka kematiaan ibu, peningkatan kesadaran untuk hidup bersih dan sehat, peningkatan kualitas dan pemerataan pelaksanaan Kesehatan kepada semua laisan masyarakat, peningkatan jumlah dan kualitas tenaga Kesehatan dan taraf hidup masyarakat yang makin meningkat.
A.    TUJUAN
Tujuan Umum
Terciptanya target program Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis Puskesmas diConcong Luar secara menyeluruh.
A.    GAMBARAN UMUM PUSKESMAS CONCONG LUAR
1.      Geografis
      Concong Luar merupakan salah satu dari 6 desa dengan luas wilayah kerja 160,29 KM2 dendan batas-batas sebagai berikut :
1. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan mandah
2. Sebelah selatan berbatasan dengan laut kab, Tanjung jabung
3. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Kateman
4. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kuala Indragiri
2.      Jumlah Penduduk
      Jumlah Penduduk kecamatan Concong sebanyak 13.897 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga 3.349 yang terdiri dari beberapa suku bangsa antara lain : Suku banjar, Suku melayu, Suku jawa, Suku Minang, Suku Bugis, Suku Duanu, Suku Cina dan lain-lain.
Tabel  1. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin setiap desa di kecamatan   Concong tahun 2009.
No
Nama Desa
Jenis Kelamin
Jankesmas
Laki - Laki
Perempuan
Laki + Perempuan
Jiwa Gakin
KK Miskin
1
2
3
4
5
6
7
1
Concong Luar
1623
1892
3515
1495
479
2
Panglima Raja
1511
1491
3002
2298
637
3
Air Bagi
1113
1006
2119
1266
319
4
Kampung baru
1056
953
2009
1015
312
5
Concong Dalam
927
1041
1968
975
389
6
Sungai Berapit
664
620
1284
467
169
Jumlah
6894
7003
13897
7516
2305
      3.      Ketenagaan
        Jumlah tenaga baik medis, paramedis, penunjang medis maupun tenaga administrasi yang ada diwilayah kerja Puskesmas Concong luar sebanyak 23 orang yang terdiri dari Pegawai negeri sipil, calon pegawai Negeri Sipil, PTT dan Honor daerah. Adapun tenaga ini tersebar di enam desa wilayah kerja yang ada diPuskesmas Concong Luar baik di Puskesmas induk maupun di puskesmas pembantu, untuk lebih jelasnya perhatikan table dibawah ini :

Tabel 2 .  Jumlah tenaga  berdasarkan Pendidikan diwlayah Puskesmas Concong luar.


 No
Jenis Tenaga

DESA
JUMLAH
Ccg Luar
P.Raja
Sei.Berapit
K.Baru
Air Bagi
Cc.Dlm
1.
Dokter umum
1
0
0
0
0
0
1
2.
Dokter gigi
0
0
0
0
0
0
0
3.
Akbid
4
2
0
1
1
1
9
4.
Bidan DI
1
0
0
0
0
0
1
5.
Akper
5
0
1
1
1
0
8
6.
S P K
1
0
0
0
1
0
2
7.
Farmasi
0
0
0
0
0
0
0
8.
SPPH
0
0
0
0
0
0
0
9.
Perawat gigi
0
0
0
0
0
0
0
10.
Smak
0
0
0
0
0
0
0
11.
Tata usaha
2
0
0
0
0
0
2
12.
Jurim
0
0
0
0
0
0
0
13.
Pekarya Kes
0
0
0
0
0
0
0

JUMLAH
14
2
1
2
3
1
23
3.      Sarana dan Prasarana
Adapun sarana dan prasarana yang ada di wilayah kerja Puskesmas Concong luar antara lain sebagai berikut :
 a.      Pendidikan
Sarana Pendidikan yang ada diwilayah kerja Puskesmas Concong Luar terdiridari :  TK 1 buah, SD/MI 16 buah, SLTP/MTs 5 buah, SLTA/Aliyah 2 buah dengan Jumlah = 23 buah.
 a.      Kesehatan
Sarana pelayanan Kesehatan Masyarakat yang ada di wilayah kerja puskesmas Concong luar berjumlah 26 unit. Sarana ini terdiri dari Puskesmas pembantu 4 unit, Pos Kesehatan Desa 4 unit, Pos Obat Desa 0 unit, rumah tumbuh kembang 0 unit dan Pos Pelayanan Terpadu 18 unit.